24/08/14

Flu Burung


Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea (2003), Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi (Kristina, 2003).
Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau “avian influenza”. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam.
Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam.

30/06/14

SUPPOSITORIA



          
  Suppositoria menurut FI edisi IV adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut dalam suhu tubuh. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan setempat, sebagai pembawa zat terapeutik yang bersifat lokal atau sistemik.



Macam-macam suppositoria
Macam – macam suppositoria berdasarkan tempat penggunaannya :
1. Rektal Suppositoria
Rektal suppositoria sering disebut suppositoria saja, bentuk peluru digunakan lewat rektal atau anus, menurut FI edisi IV beratnya kurang lebih 2 g. Suppositoria rektal berbentuk torpedo mempunyai keuntungan, yaitu bila bagian yang besar masuk melalui jaringan otot penutup dubur, maka suppositoria akan tertarik masuk dengan sendirinya.

16/06/14

Surfaktan Anionik



     Surfaktan merupakan suatu sistem koloid dimana partikel-partikel kecil halus dari zat padat atau zat cair atau gas. Misalnya : pasir yang halus atau lempung yang dikocok dengan air akan menghasilkan suspensi, dimana partikel-partikel halus dengan terdispersi mengendap dengan lamban sekali dan saling bertolakan sehingga tak mudah mengumpul.
Lambang umum untuk suatu surfaktan :



Contoh surfaktan Anionik:
                                                 

14/06/14

Bahaya Rhodamin B sebagai Pewarna pada Pangan

Pangan merupakan komoditi utama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dewasa ini, jenis pangan yang dijual di pasaran sangat beraneka ragam dan tidak jarang mengandung bahan tambahan makanan. Salah satu bahan tambahan pangan itu adalah zat pewarna. Tujuan penggunaan zat pewarna pada pangan antara lain untuk membuat pangan menjadi lebih menarik, menyeragamkan warna pangan, serta mengembalikan warna dari bahan dasar yang hilang atau berubah selama pengolahan.

Penggunaan zat pewarna baik alami maupun buatan sebagai bahan tambahan makanan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 722/MenKes/Per/VI/88 mengenai Bahan Tambahan Makanan. Sedangkan zat warna yang dilarang digunakan dalam pangan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 239/MenKes/Per/V/85 mengenai Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan sebagai Bahan Berbahaya(1,2). Dalam peraturan-peraturan tersebut, pemerintah mengatur bahan tambahan makanan apa saja yang diperbolehkan dan batas maksimum penggunaannya.

Pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dapat memperbaiki tampilan makanan. Secara garis besar, pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetis. Selain itu, khusus untuk makanan dikenal pewarna khusus makanan (food grade). Ironisnya, di Indonesia terutama industri kecil dan industri rumah tangga makanan masih banyak menggunakan pewarna nonmakanan atau pewarna untuk pembuatan cat dan tekstil (Mudjajanto, 2006).

Salah satu pewarna sintetis yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan adalah Rhodamin B. Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar/berfluorosensi. Rhodamin B merupakan zat warna golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, sebagai pewarna kain, kosmetika, produk pembersih mulut, dan sabun. Nama lain rhodamin B adalah D and C Red no 19. Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine, dan Brilliant Pink.



Rhodamin B 
Merupakan zat warna sintetis, berwarna merah keunguan, yang digunakan sebagai zat warna untuk kertas dan tekstil. Sering disalah gunakan untuk pewarna pangan dan kosmetik. Misalnya : sirup, terasi, kerupuk, lipstik, dll. Ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah warna makanan yang terang mencolok. Biasanya makanan yang diberi pewarna untuk makanan warnanya tidak begitu merah terang mencolok. Bahaya utama terhadap kesehatan : pemakaian dalam waktu lama (kronis) dapat menyebabkan radang kulit alergi, dan gangguan fungsi hati/kanker hati.

19/06/12

SPEKTROFOTOMETRI

Spektrofotometri adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan spektrofotometer. Spektrofotometer adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan fotometer. Spektofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relative jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan, atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu, dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi.

26/05/12

Analisis Gravimetri


Gravi, yaitu Berat dan Metri, yaitu pengukuran. Jadi, analisis gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstannya).
Analisis gravimetri adalah proses isolasi serta penimbangan suatu unsur atau suatu senyawa tertentu dari unsur tersebut, dalam bentuk yang semurni mungkin.
Unsur dan senyawa itu dipisahkan dari suatu porsi zat yang sedang diselidiki, yang telah ditimbang. Sebagian besar penetapan-penetapan pada analisis gravimetri menyangkut pengubahan unsur atau radikal yang akan ditetapkan menjadi sebuah senyawaan yang murni dan stabil, yang dapat dengan mudah diubah menjadi satu bentuk yang sesuai untuk ditimbang. Lalu bobot unsur atau radikal itu dengan mudah dapat dihitung dari pengetahuan kita tentang rumus senyawaannya serta bobot atom unsur-unsur penyusunannya (konstituennya).

Potensiometri


Potensiometri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari pengukuran perubahan potensial dari elektroda untuk mengetahui konsentrasi dari  suatu larutan.
Potensiometri merupakan pengukuran berdasarkan pada potensial listrik.
“Potensiometri dapat dilakukan untuk hampir semua titrasi”.

23/05/12

Titrasi Redoks

Reaksi redoks merupakan reaksi oksidasi dan reduksi. Reaksi ini melibatkan suatu perubahan keadaan-oksidasi, atau dengan kata lain, pemindahan elektron antara zat-zat yang bereaksi.
Larutan standarnya adalah zat pengoksid ataupun zat pereduksi. Zat pengoksid yang utama adalah Kalium permanganat, kalium dikromat, serium (IV) sulfat, iod, kalium iodat, dan kalium bromat. Zat pereduksi yang sering dipergunakan adalah senyawa besi (II) dan timah (II), natrium tiosulfat, arsen (III) oksida, merkurium (I) nitrat, vanadium (II) klorida atau sulfat, kromium (II) klorida atau sulfat, dan titanium (III) klorida atau sulfat.

13/05/12

KOMPLEKSOMETRI


Senyawa kompleks dapat didefinisikan sebagai senyawa yang terbentuk antara dua senyawa kimia dengan mekanisme donor-akseptor , atau asam-basa menurut lewis.
Senyawa kompleks secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 macam :
·      Akseptornya logam.
·      Akseptornya ion organik.
Dalam titrasi kompleksometri yang digunakan sebagai dasar adalah pembentukan kompleks dengan ion-ion logam.

04/04/12

PRESIPITATOMETRI

Pengertian dari endapan adalah fase padat yang terdapat dalam suatu cairan (segala sesuatu yang berbentuk padat dalam cairan). Contohnya: koloid
Titrasi pengendapan (presipitatometri) terjadi berdasarkan pada pembentukan endapan yang terjadi antara titran dan titer.

28/03/12

Analisis Kuantitatif volumetri secara Asidi-Alkalimetri


 Titrasi lebih lanjut...........




Titrasi asam basa àreaksi penetralan, yang bertujuan untuk menetukan konsentrasi suatu senyawa (zat).

v  Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri
v  Jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri

Untuk menetapkan titik akhir titrasi/titik ekivalen digunakan indikator.
Indikator menurut W. Ostwald, indikator adalah suatu senyawa komplek organik, dapat dalam bentuk asam (Hln) ataupun dalam bentuk basa (InOH) yang mampu berada dalam bentuk satu ke bentuk lain pada konsentrasi H+ atau pH tertentu.Indikator asam basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH.
Indikator terjadi perubahan warna apabila terjadi perubahan suasana.

21/03/12

TITRASI.......

Mendengar kata Titrasi pasti sudah tidak asing lagi, apalagi untuk seorang laboran.. Namun, masihkah ingat dengan apa yang dimaksud dengan titrasi dan bagaimana proses titrasi itu. Biar gak lupa-lupa ingat (kayak  grup band kuburan..hhehe) saya akan mengingatkan kembali apa itu titrasi dan bagaimana proses titrasi tersebut... ^,^









13/03/12

Pengujian (Analisis Anion)

"Pengujian Ion-Anion"
Metode yang tersedia untuk mendeteksi anion tidaklah sesistematik seperti metode untuk kation. Sampai kini,  belum pernah dikemukakan suatu skema yang benar-benar memuaskan, yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum kedalam golongan-golongan utama, dan pemisahan berikutnya yang tanpa dapat diragukan lagi dari masing-masing golongan menjadi anggota-anggota golongan tersebut yang berdiri sendiri.

03/03/12

Analisis Kualitatif

Sebelum mencari tahu apa itu analisis kualitatif, sebaiknya kita memahami dahulu apa itu analisis Kimia?
Analisis Kimia adalah pemisahan suatu senyawa kimia menjadi bagian-bagian terkecilnya ataupun penetapan unsur-unsurnya maupun zat-zat asing yang mungkin dikandungnya. (menurut definisi kamus)

28/02/12

Angka Penting

"Angka Penting"



Apakah angka penting itu? Angka penting sering disebut juga sebagai angka berarti atau angka signifikan, yaitu angka yang menunjukan ketelitian atau ketidakpastian alat ukur yang digunakan. Angka penting pasti diperoleh dari hasil pengukuran.